Sesuai dengan ciri khas kelompok yaitu adanya kesamaan tujuan dari para anggotanya maka kelompok seharusnya mempunyai satu keputusan yang sama. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa perbedaan pendapat anggota dalam suatu kelompok pasti selalu ada karena pada hakekatnya manusia mempunyai pemikiran yang berbeda-beda sesuai dengan pembentukan dirinya yang terdiri dari banyak faktor yang berbeda-beda. Nah, bagaimana kita menyiasati perbedaan pemikiran tersebut untuk mendapatkan keluaran keputusan kelompok. Hasil pemikiran dalam suatu kelompok seharusnya adalah hasil pemikiran yang harus merepresentasikan kelompok tersebut.
Untuk mendapatkan keputusan yang merepresentasikan kelompok, hal penting yang harus diperhatikan adalah aspirasi. Aspirasi adalah harapan dan tujuan untuk keberhasilan pada masa yang akan datang. Hal ini berarti bahwa setiap aspirasi dari anggota akan menentukan kelompok kedepannya. Aspirasi dapat datang dari kelompok atau dari anggota. Aspirasi yang datang dari kelompok akan menjadi roda penggerak kelompok untuk mencapai tujuan. Sedangkan aspirasi yang datang dari anggota kepada kelompok akan menjadi stimulus kelompok berkembang.
Penarikan aspirasi yang tepat adalah kunci utama dari keputusan kelompok. Jika dilakukan dengan benar, keputusan kelompok akan merepresentasikan kelompok tersebut. Tapi jika dilakukan dengan salah, tidak akan ada keputusan kelompok, yang ada hanyalah keputusan pribadi yang mengatasnamakan kelompok. Sekarang muncul pertanyaan, bagaimana penarikan aspirasi yang tepat agar keputusan kelopok lebih optimal? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada empat hal yang harus dipertimbangkan dalam penarikan aspirasi.
1. Pemberian informasi harus dilakukan secara netral
Pemberian informasi secara netral berarti tidak ada pengaruh dari pandangan pribadi dalam menyampaikan informasi mengenai isu yang diberikan. Sehingga anggota dapat memberikan pandangannya secara murni. Jika anggota sudah berpendapat barulah dimulai diskusi antar pendapat sehingga tercipta pemikiran bersama.
2. Kesadaran anggota akan kepentingan kelompok
Setiap orang pasti mempunyai kepentingan masing-masing. Namun jika kita berbicara tentang kepentingan kelompok kita berbicara tentang kepentingan bersama, kepentingan orang banyak. Oleh karena itu, kita harus mendahulukan kepentingan kelompok baru kemudian kepentingan pribadi.
3. Penarikan aspirasi yang optimal
Kadang-kadang kita tidak memerlukan pendapat dari semua anggota. Bila kelompok harus menanggapi suatu isu dengan cepat akan lebih baik bila kelompok menarik aspirasi kepada anggotanya yang benar-benar handal dalam hal tersebut. Tapi ada kalanya juga kelompok memerlukan pendapat semua anggota, mulai dari yang mengerti isu yang terjadi sampai kepada anggota yang tidak mengerti. Hal itu dikarenakan keputusan kelompok akan dilihat dari dua sisi yang berbeda. Pertama adalah sisi orang yang mengerti yang biasanya akan lebih realistis, kedua adalah sisi orang yang tidak mengerti yang biasanya akan lebih ideal atau kebalikannya. Dari situ kelompok mendapatkan prespektif yang jauh lebih luas sehingga dapat mencapai suatu keputusan yang optimal.
4. Peran orang yang menyampaikan hasil pemikiran kelompok
Orang yang menyampaikan hasil pemikiran kelompok harus berdiri atas dasar kelompok. Walaupun pemikirannya berbeda dengan kelompok, ia tetap harus membawa aspirasi dari kelompoknya bukan dari dirinya sendiri.
5. Pengondisian isu yang tepat
Jika ada dua atau lebih isu yang datang pada kelompok maka kelompok akan menyikapi isu tersebut dengan porsi yang berbeda-beda. Isu yang dominan akan direspon dengan lebih baik sehingga menghasilkan keputusan yang lebih optimal. Sebaliknya, isu yang kurang dominan akan direspon dengan kurang baik sehingga menghasilkan keputusan yang kurang optimal. Dari hal tersebut, kelompok harus bisa mengondisikan isu yang mana yang harus didahulukan.
Semoga dengan adanya tulisan ini, pengambilan keputusan dalam kelompok dapat lebih optimal.
Penulis : Yosua Prawira G.
0 comments:
Post a Comment